Pages

Rabu, 06 April 2011

PEDOMAN MITIGASI BENCANA ALAM (bag-2)


MANAJEMEN MITIGASI BENCANA

PENGUATAN INSTITUSI PENANGANAN BENCANA

Untuk memperkuat institusi maka perlu dilakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:

1.    Memperbaiki dan mensosialisasikan Prosedur Tetap (Protap) SATKORLAK PB dan SATLAK PB yang memuat tugas dan tanggungjawab Instansi-instansi yang terkaitdalam manajemen bencana, termasuk mekanisme koordinasi.

2.   Meningkatkan kerjasama antara Instansi-instansi yang terkait dalam manajemen bencana.

3.    Meningkatkan kemampuan SATKORLAK PB dan SATLAK PB dalam hal sistem, peralatan dan sumber daya manusia.

4.   Mengembangkan sistem informasi sebagai usaha untuk meningkatkan kesiapan SATKORLAK PB dan SATLAK PB serta masyarakat dalam menghadapi bencana. Tindakan yang diperlukan antara lain :
a)    Menyusun strategi sistem informasi, yang mencakup:
1.   Tugas dan tanggungjawab antara pemakai dan personil pusat, pengendali sistem informasi;

2.   Audit internal untuk memeriksa system pengendalian dan mengevaluasi efektivitas sistem.

b)   Mengembangkan sistem penyebaran informasi kepada Instansi-instansi dan pihak lain yang terkait dengan mitigasi bencana.

c)    Menyiapkan database kajian termasuk diantaranya mikro zonasi resiko bencana.

Senin, 04 April 2011

PEDOMAN MITIGASI BENCANA ALAM (bag-1)

PENGERTIAN

Mitigasi didefinisikan sebagai : “Upaya yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana baik bencana alam, bencana ulah manusia maupun gabungan dari keduanya dalam suatu negara atau masyarakat.” Mitigasi bencana yang merupakan bagian dari manajemen penanganan bencana, menjadi salah satu tugas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian rasa aman dan perlindungan dari ancaman bencana yang mungkin dapat terjadi.


Ada empat hal penting dalam mitigasi bencana, yaitu :


1)   tersedia informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana;

2)   sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, karena bermukim di daerah rawan bencana;


3)   mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari, serta mengetahui cara penyelamatan diri jika bencana timbul,


4)   pengaturan dan penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman bencana.


Minggu, 03 April 2011

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT - 2

Sebagai lanjutan dari posting sebelumnya, sekarang kita membahas masalah penghitungan-penghitungan yang ada dalam Navigasi Darat.


SUDUT PETA
Adalah sudut yang dibentuk oleh 2 buah garis (garis yang menuju utara peta dan garis yang terbentuk oleh kompas ke arah sasarannya)
Cara untuk mengukur sudut peta pada gambar di atas adalah :
Dari titik A ke titik B, tariklah sebuah garis, dan dari titik A, tariklah sebuah garis lagi yang sejajar dengan arah utara peta.

Hitung sudut yang terbentuk oleh kedua garis tadi dengan menggunakan bususr derajat atau menggunakan PROTACTOR yang merupakan perlengkapan navigasi. Penggunaan Busur dan Protactor pada dasarnya sama saja. Letakkan angka 0 di paling atas

Jumat, 01 April 2011

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT - 1

Pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang penggiat Kegiatan Alam Terbuka selain Survival dan Manajemen perjalanan seperti telah diurikan pada posting sebelumnya adalah pengetahuan tentang Navigasi Darat.

NAVIGASI adalah cara menentukan kedudukan dan arah lintasan secara tepat dimana orang yang melakukannya disebut NAVIGATOR. kata Navigasi sendiri berasal dari bahasa yunani yaitu yang terdiri dari dua kata : NAVIS yang artinya Kapal/perahu dan AGASI yang artinya Mengarahkan

Dari pengertian tersebut, di atas, kita dapat mengetahui bahwa pada awalnya navigasi digunakan hanya pada pelayaran, dengan tujuan untuk mengarahkan perahu agar tepat pada rute perjalanan yang direncanakan. Setelah mengalami perkembangan demi perkembangan, akhirnya NAVIGASI dapat digunakan untuk di darat bahkan di udara dengan tujuan yang tidak jauh berbeda dari asalnya yaitu menentukan kedudukan dan arah lintasan secara tepat

Kamis, 24 Maret 2011

TEKNIK DASAR SURVIVAL (Bag-2)

BIVOUAC
Bivouac berasal dari bahasa Prancis yang kemudian di serap ke dalam bahaa Indonesia menjadi BIVAK yang dapat diartikan sebagai TEMPAT UNTUK MEMBERI BERLINDUNG DALAM KEADAAN DARURAT dengan tujuan untuk melindungi diri dari Faktor Alam dan Lingkungan. Berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuatnya, Bivak terbagi dalam 2 (dua ) jenis yang yaitu :

BIVAK ALAM
Bivak alam dibuat dengan bahan yang murni dari alam dimana seorang survivor memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekitarnya dengan misalnya : daun-daunan, batang dan ranting pohon, dll Sementara bentuk lain yang masuk dalam kategori bivak alam adalah Gua.

Sabtu, 19 Maret 2011

TEKNIK DASAR SURVIVAL (Bag-1)

PENGERTIAN DASAR
Survival bersasal dari kata SURVIVE (mempertahankan hidup) yang artinya Teknik/cara untuk mempertahankan hidup dalam kondisi dan situasi yang kurang menguntungkan / distress yang disebabkan oleh: Tersesat di daerah yang tidak dikenal, Perbekalan habis, Kecelakaan dalam satu perjalanan, dll 

Selasa, 15 Maret 2011

MANAJEMEN PERJALANAN (Bag-2)

PERLENGKAPAN DASAR
Secara umum peralatan dapat kita bagi menjadi :
  1. Peralatan dasar, yaitu peralatan yang selalu kita perlukan setiap saat seperti pakaian, peralatan memasak dan makan/minum peralatan MCK dan perlengkapan pribadi.
  2. Peralatan khusus, yaitu peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan medan perjalanan atau tujuan perjalanan apakah untuk penelitian, dokumentasi, pemanjatan tebing dan sebagainya.
  3. Peralatan tambahan, yang bisa dibawa atau tidak dan lebih kepada hal-hal kenyamanan. Yang akan dibahas disini adalah peralatan untuk medan gunung hutan.

Sabtu, 12 Maret 2011

MANAJEMEN PERJALANAN (Bag-1)

Setiap orang yang melakukan perjalanan selalu memiliki harapan yang sama yaitu perjalanan yang dilakukannya akan berjalan lancar, aman dan nyaman sampai ke tujuannya. Untuk mencapai itu semua, dalam melakukan perjalan dibutuhkan Perencanaan (Planning) Alokasi Sumber Daya / Pengorganisasian (Organizing) sebelum perjalanan dilakukan (Actuating) serta melakukan pengawasan (controlling) saat melakukan perjalanan tersebut.

Persiapan Perjalanan yang disesuaikan dengan Prosedur Tetap Perjalanan / Ekspedisi baik besar maupun Kecil adalah dengan memperhatikan hal berikut :

KONDISI MEDAN (keadaan dan Sifat Medan)
Harus diperhatikan setiap kondisi medan, terutama yang akan dilalui secara mendetail, baik melalui Peta Topografi yang akan dipakai dengan melakukan Orientasi Medan ataupun dengan cara mencari literatur-literatur tentang daerah yang akan dituju sehingga dapat diprediksi segala peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan. 

MAKSUD & TUJUAN PERJALANAN 
Maksud dan tujuan perjalanan harus diulas karena mempengaruhi peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk di bawa.

WAKTU 
Perlu diperhitungkan masak-masak, masalah berepa lama kita akan melakukan perjalanan, karena hal ini akan menyangkut masalah perbekalan yang harus kita bawa saat melakukan perjalanan ditambah dengan perbekalan cadangan yang harus selalu tersedia jika terjadi hal di luar dugaan.

Jumat, 25 Februari 2011

MERU BETIRI NATIONAL PARK, East Java, Indonesia

Meru Betiri National Park has a varied topography reaching from a plain coast to highlands with an altitude of almost 1,200 meters. The tallest mountains within the park are Mount Gamping (538 m), Mount Butak (609 m), Mount Sukamade Atas (801 m), Mount Gendong (840 m asl), Mount Mandilis (844 m) and Mount Betiri (1,192 m). The topography along the coast is generally hilly to mountainous. There are only few sandy plain coasts, most of them located in the west, such as Rajegwesi Beach, Sukamade Beach, Permisan Beach, Meru Beach and Bandealit Beach. Some rivers across Meru Betiri NP are Sukamade River, a perennial river, Permisan River, Meru River and Sekar Pisang River that flow to the South coast.

The Meru Betiri area is influenced by monsoon wind. During November to March, the westerly wind brings rainfall to the area, whereas the dry season occurs during April to October. The average annual rainfall is between 2,300 and 4,000 mm, with 4 dry months and 7 wet months in average

Kamis, 24 Februari 2011

DISASTER MANAGEMENT

Introduction to International Disaster ManagementEmergency management (or disaster management) is the discipline of dealing with and avoiding risks. It is a discipline that involves preparing for disaster before it occurs, disaster response (e.g. emergency evacuation, quarantine, mass decontamination, etc.), as well as supporting, and rebuilding society after natural or human-made disasters have occurred. In general, any Emergency management is the continuous process by which all individuals, groups, and communities manage hazards in an effort to avoid or ameliorate the impact of disasters resulting from the hazards. Actions taken depend in part on perceptions of risk of those exposed. Effective emergency management relies on thorough integration of emergency plans at all levels of government and non-government involvement. Activities at each level (individual, group, community) affect the other levels. It is common to place the responsibility for governmental emergency management with the institutions for civil defense or within the conventional structure of the emergency services. In the private sector, emergency management is sometimes referred to as business continuity planning.

Infolinks In Text Ads