Pages

Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 September 2013

MENGGAPAI PUNCAK TERTINGGI DI UJUNG TIMUR INDONESIA (Bag-1)

PROFIL PUNCAK CARSTENZS PYRAMID

Carstensz Pyramid merupakan gunung tertinggi yang beratap salju yang terletak di Pulau Papua (dahulu Irian Jaya) Indonesia. Gunung ini merpupakan satu dari Tujuh Puncak Dunia (The Seven Summit) yang merupakan Gunung tertinggi di wilayah Oceania. Carstensz Pyramid dengan ketinggian 4884 m dpl, merupakan target yang diimpikan oleh banyak pendaki.

Carstensz Pyramid

Pada tahun 1623 Navigator dari Belanda John Carstensz menjadi orang pertama yang membawa kabar ke daratan Eropa tentang adanya puncak es di negara tropis di garis Geografis equator Barat Papua Nugini. Hasil laporannya ditanggapi dengan gelak tawa oleh publik pada saat itu. Baru pada tahun 1899, selang 3 abad lamanya ekspedisi Belanda yang sedang membuat peta di situ membenarkan apa yang di sampaikan John Carstensz. Maka namanya di abadikan di situ.

Rabu, 18 Mei 2011

PENANGGULANGAN BENCANA BERBASIS MASYARAKAT

Negara kita sangat rentan terhadap bencana terutama Bencana Alam, mengingat Indonesia berada dalam jalur Ring of Fire serta pertemuan lempeng dunia. Kerentanan terhadap bencana alam ini rupanya tidak diikuti dengan pemahaman tentang bencana itu sendiri, sehingga pada akhirnya pada saat terjadi bencana, jumlah korban selalu teramat banyak.

Jumlah korban jiwa yang selalu mencengangkan ini merupakan akibat dari Minimnya pemahaman masyarakan tentang Bencana Alam, akibat dari minimnya aparat pemerintah melakukan penyuluhan-penyuluhan.

Minimnya pengetahuan ini pada akhirnya juga merugikan kita semua, bayangkan saja, alat Tsunami Warning (pendeteksi tsunami) yang dipasang sejak terjadi Gempa dan Tsunami Aceh, lalu Pangandaran dan disusul Jogjakarta tahun 2006 cukup banyak yang tidak berfungsi, karena ada beberapa bagian yang hilang dicuri oleh masyarakat sendiri, atau rusak di bagian pelampungnya karena dipakai untuk bermain oleh anak-anak. Alhasil pada saat terjadi gempa disusul tsunami, yang seharusnya peralatan tersebut dapat mendeteksi secara dini, malah tidak berfungsi sama sekali.

Senin, 04 April 2011

PEDOMAN MITIGASI BENCANA ALAM (bag-1)

PENGERTIAN

Mitigasi didefinisikan sebagai : “Upaya yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana baik bencana alam, bencana ulah manusia maupun gabungan dari keduanya dalam suatu negara atau masyarakat.” Mitigasi bencana yang merupakan bagian dari manajemen penanganan bencana, menjadi salah satu tugas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian rasa aman dan perlindungan dari ancaman bencana yang mungkin dapat terjadi.


Ada empat hal penting dalam mitigasi bencana, yaitu :


1)   tersedia informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana;

2)   sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, karena bermukim di daerah rawan bencana;


3)   mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari, serta mengetahui cara penyelamatan diri jika bencana timbul,


4)   pengaturan dan penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman bencana.


Minggu, 03 April 2011

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT - 2

Sebagai lanjutan dari posting sebelumnya, sekarang kita membahas masalah penghitungan-penghitungan yang ada dalam Navigasi Darat.


SUDUT PETA
Adalah sudut yang dibentuk oleh 2 buah garis (garis yang menuju utara peta dan garis yang terbentuk oleh kompas ke arah sasarannya)
Cara untuk mengukur sudut peta pada gambar di atas adalah :
Dari titik A ke titik B, tariklah sebuah garis, dan dari titik A, tariklah sebuah garis lagi yang sejajar dengan arah utara peta.

Hitung sudut yang terbentuk oleh kedua garis tadi dengan menggunakan bususr derajat atau menggunakan PROTACTOR yang merupakan perlengkapan navigasi. Penggunaan Busur dan Protactor pada dasarnya sama saja. Letakkan angka 0 di paling atas

Kamis, 24 Maret 2011

TEKNIK DASAR SURVIVAL (Bag-2)

BIVOUAC
Bivouac berasal dari bahasa Prancis yang kemudian di serap ke dalam bahaa Indonesia menjadi BIVAK yang dapat diartikan sebagai TEMPAT UNTUK MEMBERI BERLINDUNG DALAM KEADAAN DARURAT dengan tujuan untuk melindungi diri dari Faktor Alam dan Lingkungan. Berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuatnya, Bivak terbagi dalam 2 (dua ) jenis yang yaitu :

BIVAK ALAM
Bivak alam dibuat dengan bahan yang murni dari alam dimana seorang survivor memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekitarnya dengan misalnya : daun-daunan, batang dan ranting pohon, dll Sementara bentuk lain yang masuk dalam kategori bivak alam adalah Gua.

Sabtu, 19 Maret 2011

TEKNIK DASAR SURVIVAL (Bag-1)

PENGERTIAN DASAR
Survival bersasal dari kata SURVIVE (mempertahankan hidup) yang artinya Teknik/cara untuk mempertahankan hidup dalam kondisi dan situasi yang kurang menguntungkan / distress yang disebabkan oleh: Tersesat di daerah yang tidak dikenal, Perbekalan habis, Kecelakaan dalam satu perjalanan, dll 

Sabtu, 12 Maret 2011

MANAJEMEN PERJALANAN (Bag-1)

Setiap orang yang melakukan perjalanan selalu memiliki harapan yang sama yaitu perjalanan yang dilakukannya akan berjalan lancar, aman dan nyaman sampai ke tujuannya. Untuk mencapai itu semua, dalam melakukan perjalan dibutuhkan Perencanaan (Planning) Alokasi Sumber Daya / Pengorganisasian (Organizing) sebelum perjalanan dilakukan (Actuating) serta melakukan pengawasan (controlling) saat melakukan perjalanan tersebut.

Persiapan Perjalanan yang disesuaikan dengan Prosedur Tetap Perjalanan / Ekspedisi baik besar maupun Kecil adalah dengan memperhatikan hal berikut :

KONDISI MEDAN (keadaan dan Sifat Medan)
Harus diperhatikan setiap kondisi medan, terutama yang akan dilalui secara mendetail, baik melalui Peta Topografi yang akan dipakai dengan melakukan Orientasi Medan ataupun dengan cara mencari literatur-literatur tentang daerah yang akan dituju sehingga dapat diprediksi segala peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan. 

MAKSUD & TUJUAN PERJALANAN 
Maksud dan tujuan perjalanan harus diulas karena mempengaruhi peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk di bawa.

WAKTU 
Perlu diperhitungkan masak-masak, masalah berepa lama kita akan melakukan perjalanan, karena hal ini akan menyangkut masalah perbekalan yang harus kita bawa saat melakukan perjalanan ditambah dengan perbekalan cadangan yang harus selalu tersedia jika terjadi hal di luar dugaan.

Infolinks In Text Ads