Tuesday, March 15, 2011

MANAJEMEN PERJALANAN (Bag-2)

PERLENGKAPAN DASAR
Secara umum peralatan dapat kita bagi menjadi :
  1. Peralatan dasar, yaitu peralatan yang selalu kita perlukan setiap saat seperti pakaian, peralatan memasak dan makan/minum peralatan MCK dan perlengkapan pribadi.
  2. Peralatan khusus, yaitu peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan medan perjalanan atau tujuan perjalanan apakah untuk penelitian, dokumentasi, pemanjatan tebing dan sebagainya.
  3. Peralatan tambahan, yang bisa dibawa atau tidak dan lebih kepada hal-hal kenyamanan. Yang akan dibahas disini adalah peralatan untuk medan gunung hutan.





SEPATU
  • Water proof (tahan air)
  • Lidah sepatu harus sampai atas
  • Melindungi mata kaki
  • Sol terbuat dari karet dan kuat (Hard-sol)
  • Bagian telapak memiliki kembangan yang besar, ceruk yang dalam dan tajam
  • Bagian atas tidak kaku (lentur)
  • Tidak terlalu berat dan tidak menghambat pergerakan
  • Tali sepatu dari bahan statis (tidak melar)

KAUS KAKI

Kaus kaki berguna untuk melindungi kulit kaki dari gesekan langsung dengan sepatu dan menjaga agar kaki selalu dalam keadaan hangat. Kaus kaki yang baik akan dapat menjaga kaki kita dapat bernafas.

Kaus kaki yang terbuat dari katun atau wool akan sangat baik untuk memenuhi syarat-syarat di atas. Ketebalan kaus kaki yang akan kita gunakan tentunya disesuaikan dengan medan yang akan dilalui, demikian pula panjangnya kaus kaki. Akan sangat berguna bila kita membawa lebih dari satu pasang kaus kaki karena bila melakukan perjalanan dengan kaus kaki yang basah maka kaki akan mudah lecet.

Untuk lebih nyaman, gunakan dua lapis kaus kaki. Bagian dalam kita gunakan kaus kaki yang terbuat dari bahan katun yang lembut dan bagian luarnya kaus kaki yang lebih tebal.


CELANA LAPANGAN
Karena kegiatan berjalan adalah kegiatan utama dalam melakukan perjalanan di medan gunung hutan maka celana lapangan yang baik harus dapat menjamin bahwa gerakan yang dilakukan tidak menyiksa diri kita.

Celana lapangan yang baik mempunyai syarat sbb :
  • Terbuat dari bahan katun yang lembut namun kuat. Celana yang terbuat dari bahan jeans sangat tidak dianjurkan karena bila basah akan menjadi sangat berat dan tidak mudah kering. Sedangkan celana yang terbuat dari katun selain menyerap keringat juga mudah kering.
  • Desain celana memberikan ruang gerak yang leluasa bagi kaki kita. Hal ini dapat diperoleh dengan memberi lipatan pada bagian lutut dan ukuran pipa celana yang tidak terlalu sempit.
  • bagian pantat celana terdiri dari dua lapis karena bagian ini paling mudah sobek. Jahitan celana juga harus kuat.


Celana yang baik mempunyai saku yang cukup. Bila tidak ada sakunya maka tidak akan berguna namun bila terlalu banyak saku akan sangat mengganggu. Saku celana sebaiknya mempunyai penutup agar isi di dalamnya tidak mudah keluar.


BAJU LAPANGAN
Prinsip baju lapangan sama dengan celana lapangan yaitu terbuat dari bahan yang nyaman dipakai, menyerap keringat, mudah kering namun cukup kuat. Sebaiknya baju lapangan yang digunakan berlengan panjang karena akan berguna untuk melindungi dari sengatan matahari, duri tanaman, atau udara dingin.

Jumlah pakaian (baju dan celana) yang dibawa dalam perjalanan disesuaikan dengan medan yang dilalui dan lamanya perjalanan. Jangan pernah membiarkan diri anda memakai pakaian basah karena hal ini akan sangat membahayakan. Bawalah pakaian ganti/cadangan yang cukup.





TOPI LAPANGAN
Topi lapangan berguna untuk melindungi kepala dari kemungkinan cedera akibat ranting/duri tumbuhan, melindungi dari curahan hujan ataupun panas matahari terutama kepala bagian belakang. Topi yang digunakan terbuat dari bahan yang kuat, biasanya katun, dan akan sangat baik bila diberi lubang ventilasi udara.

Ada beberapa topi lapangan yang bisa digunakan sesuai medan dan keperluannya. Untuk medan gunung hutan sebaiknya menggunakan topi rimba. Sedangkan untuk medan padang rumput atau pantai kita dapat menggunakan topi yang lebih lebar seperti topi cowboy. Bila memakai topi yang terlalu lebar pada perjalanan gunung hutan hanya akan mengganggu pergerakan.


SARUNG TANGAN
Kegunaan sarung tangan disini adalah untuk melindungi tangan saat menyibak semak duri atau saat menggunakan golok tebas. Karena itu sarung tangan sebaiknya terbuat dari kulit yang pas dengan ukuran tangan namun tidak terlalu kaku agar tidak mengganggu gerakan tangan kita.


IKAT PINGGANG
Kegunaan ikat pinggang selain agar celana tidak melorot juga untuk menaruh benda-benda yang kita butuhkan dengan cepat seperti pisau pinggang, golok tebas air minum atau peralatan P3K. Dengan demikian ikat pinggang yang kita gunakan harus terbuat dari bahan yang kuat seperti kulit atau bahan lain yang kuat.

Perhatikan bagian kepala ikat pinggang terutama jahitan antara ikat pinggang dengan tali ikat pinggang, bagian ini biasanya yang paling rentan terhadap kelapukan. Tali ikat pinggang yang terlalu kecil atau terlalu besar akan sangat mengganggu.


RANSEL/RUCKSUCK
Ransel berguna untuk membawa segala peralatan yang kita butuhkan, karena itu kita harus menghindari ransel sebagai beban tambahan. Dengan kata lain kita harus memilih ransel yang kuat namun ringan. Selain itu ransel juga harus terbuat dari bahan water proof. Perhatian lebih sebaiknya diberikan pada bagian jahitan ransel tersebut apakah kuat atau tidak.

Ada beberapa jenis ransel yaitu ransel dengan rangka dalam dan ransel dengan rangka luar. Ransel dengan rangka luar lebih cocok untuk medan terbuka seperti padang rumput atau pantai. Untuk medan gunung hutan, rangka dalam akan lebih cocok karena bila menggunakan rangka luar akan mengganggu pergerakan bila menyangkut pada ranting pohon.Rangka ransel ini akan berguna untuk membagi beban agar merata keseluruh tubuh.

Kapasitas ransel yang dipilih disesuaikan dengan jumlah barang yang akan dibawa. Kantung-kantung tambahan yang ada pada ransel lebih bersifat praktis dan selera pribadi masing-masing.

Ransel yang baik adalah yang nyaman dipakai walaupun membawa beban berat. Kenyamanan ransel dapat diberikan dengan pemberian bahan yang cukup lunak dan lembut dibagian yang bersentuhan dengan punggung, sabuk ransel dan tali penyandang yang dapat diatur. Carilah kombinasi penyetelan yang paling nyaman untuk anda agar beban yang berat tidak terasa terlalu berat. Saat ini dipasaran banyak beredar bermacam-macam jenis dan merek ransel.

Jangan terlalu terpaku dengan harga yang mahal karena belum tentu ransel yang lebih murah lebih buruk dari ransel yang mahal.

Untuk memilih ransel yang paling sesuai dengan kebutuhan harus teliti memilihnya. Untuk perjalanan-perjalanan tertentu mungkin kita perlu membawa daypack bila kita melakukan perpindahan-perpindahan singkat (misal: penelitian, dokumentasi).


PERALATAN NAVIGASI
Peralatan navigasi bisa diibaratkan sebagai mata kita untuk mengetahui lokasi tempat kita berada. Alat navigasi terdiri dari: kompas,peta, busur derajat/protaktor, pinsil/bolpoin dan sebagainya. Penjelasan lebih lanjut lihat materi navigasi darat.


PERALATAN MASAK
  • Kompor lapangan
  • Bahan bakar 
  • Tempat memasak
  • Tempat air
  • Pematik/pembuat api
  • Sendok garpu



Ada bermacam-macam kompor lapangan yang tersedia dipasaran. Yang paling umum saat ini adalah kompor parafin dan kompor gas. Sedangkan yang relatif baru adalah kompor dengan bahan bakar spirtus. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Kompor dengan bahan bakar parafin ringkas bentuknya. Namun tidak tahan pada badai angin kencang. Kompor gas menghasilkan panas yang lebih baik dibanding kompor parafin namun sangat riskan. Sering terjadi tabung gas meledak karena selang tersumbat.

Kompor dengan bahan bakar spirtus tidak terpengaruh oleh angin dan panas yang dihasilkan lebih baik dibanding parafin dan gas. Namun bahan bakar  yang diperlukan mempunyai volume yang lebih besar dari parafin.

Tempat masak yang biasa digunakan adalah misting yang biasa dipakai oleh kalangan militer. Ada dua macam bentuk misting yaitu kotak dan bulat sesuai selera anda.

Ada bermacam-macam tempat air, botol air mineral, vedples, maupun jerigen. Yang harus diperhatikan adalah, wadah air sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan dan mempunyai penutup yang rapat.

Pemantik api atau korek api banyak macamnya, ada yang berbentuk batang, dengan bahan bakar gas ataupun minyak.

Kita harus selalu menjaga agar korek api kita dalam keadaan kering. Caranya : 
  • untuk korek api dengan bahan bakar minyak atau gas kita bungkus dengan kantung plastik agar batu pemantik tidak terkena air.
  • untuk korek api batang, kita dapat memindahkan / menukar wadah korek dengan tabung film yang kedap air.



LAMPU SENTER
Lampu senter harus disertakan dan baterai cadangan. Gnakan lampu senter dungan kualitas cahaya yang baik, bentuknya ringkas dan tidak boros. Bila sedang tidak digunakan, untuk mencegah agar senter tidak menyala secara tidak sengaja, kita dapat mensiasati dengan membalik salah satu baterai atau memberi isolasi pada salah satu kutub baterai. Untuk penerangan malam hari dalam waktu yang lama kita dapat menggunakan lilin.


PISAU
Pisau berguna untuk membantu dalam memasak dan membuat api unggun. Beberapa jenis pisau yang dapat kita bawa adalah : 
  • Golok tebas
  • Pisau pinggang
  • Pisau saku multiguna
  • Pisau harus terbuat dari bahan yang baik seperti baja, ukurannya sesuai dan mempunyai sarung pelindung.
Ada beberapa jenis pisau seperti : pisau bowie, pisau lempar, pisau skinner(pengulit) dan sebagainya.



PERALATAN TIDUR
Peralatan tidur yang disarankan :
  • Sepasang pakaian tidur
  • Kauskaki tebal
  • Matras
  • Sleeping bag
  • Sarung tangan
  • Kupluk/balaklava
  • Ponco



PELUIT
Peluit yang baik adalah peluit whistle/ pramuka karena bunyinya stabil tidak tergantung kekuatan meniup.


PERALATAN KHUSUS
Peralatan kusus berkaitan dengan medan dan tujuan perjalanan. Bila akan mengadakan kegiatan pendakian tebing harus membawa tali static dan dinamic, harnes, dsb. Bila akan mengadakan arung sungai kita harus membawa peralatan pengarungan. Untuk kegiatan dokumentasi kita harus menyiapkan peralatan dokumentasi.


PERALATAN TAMBAHAN
Peralatan ini tiadak harus dibawa namun untuk kenyamanan ada baiknya disertakan :
  • Putis, Pembalut betis agar otot-ototnya tetap fit
  • Gaiter, Melindungi kaki dari pacet, duri, dan mencegah sepatu kemasukan pasir
  • Kelambu, Melindungi dari nyamuk dan lebah
  • Semir sepatu


SURVIVAL KIT
Adalah peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat/kondisi survival. Isinya antara lain : Alat menjahit, Alat sol, Tali sepatu cadangan, Korek api, Gunting kecil, Perlengkapan P3K, Alat pancing, Alat jerat


PACKING
Pengepakan dalam ransel, harus rapih dan teratur sehingga tidak menggaggu pergerakan. BEBAN YANG DIANGGAP STANDAR ADALAH SEPERTIGA DARI BERAT TUBUH KITA. Beban yang dikemas dalam ransel diusahakan untuk menekan ke bawah tegak lurus searah dengan tulang punggung dan bukan membebani tulang punggung ke belakang.

LANGKAH PENGEPAKAN
  1. Matras Tidur dibentuk seperti pipa yang disesuaikan ukurannya dengan ransel
  2. Masukkan plastic besar (bullsack) ke dalam ransel kemudian masukan masukan barang bawaan satu per satu dengan rapi dan teratur
  3. Masukkan dulu dengan urutan barang yang ringan pertama kali masuk dan seterusnya
  4. Barang yang sewaktu-waktu diperlukan selama berjalan, letakkan di paling atas (alat Tulis, Peta, Jacket, Senter dll)
  5. Efisiensi ruang yang ada.




PENGATURAN MAKANAN
Dalam kegiatan di alam terbuka, dalam 1 hari di ketinggian di bawah 3.500 mdpl, tubuh kita membutuhkan sedikitnya 2.500 s.d 3.000 kalori, sedangkan untuk ketinggian di atas 3.500 mdpl dibuhkan 3.000 s.d 5.000 kalori dalam satu hari.

Untuk itu kita perlu mengetahui kandungan kalori dari makanan yang kita bawa selama melakukan perjalanan dengan melihatnya pada bungkus makanan tersebut. (biasanya per 100 gr)

Contoh : 
Satu hari = 3.000 kalori (Pagi 600 kalori, Siang dan malam @ 1200 kalori)

TABEL KANDUNGAN KALORI
No
Nama Makanan
Kandungan Kalori / 100gr
1.      
Arbei
37 kalori
2.      
Bengkuang
55 kalori
3.      
Biskuit
458 kalori
4.      
Coklat batang (Manis)
472 kalori
5.      
Coklat batang (pahit)
504 kalori
6.      
Coklat batang (susu)
381 kalori
7.      
Coklat Bubuk
298 kalori
8.      
Corned beef
241 kalori
9.      
Daging Ayam
302 kalori
10.   
Daging Domba
206 kalori
11.   
Daging Kambing
154 kalori
12.   
Daging Sapi
207 kalori
13.   
Daun Pepaya
79 kalori
14.   
Daun Singkong
73 kalori
15.   
Dendeng Sapi
433 kalori
16.   
Havermout (coacker oat)
390 kalori
17.   
Ice Cream
207 kalori
18.   
Ikan Asin Kering
193 kalori
19.   
Ikan Hiu
89 kalori
20.   
Ikan Kembung
103 kalori
21.   
Jambu Air
46 kalori
22.   
Jambu Batu
56 kalori
23.   
Jantung Pisang
31 kalori
24.   
Kacang Hijau
345 kalori
25.   
Kacang Panjang
357 kalori
26.   
Kacang Tanah
590 kalori
27.   
Keju
326 kalori
28.   
Kentang
83 kalori
29.   
Kepiting
151 kalori
30.   
Kodok
73 kalori
31.   
Kopi (Tidak dengan ampas)
352 kalori
32.   
Madu
294 kalori
33.   
Makaroni
363 kalori
34.   
Mangga Muda
59 kalori
35.   
Margarine
725 kalori
36.   
Mie Kering
337 kalori
37.   
Nasi Putih
360 kalori
38.   
Pisang Ambon
99 kalori
39.   
Pisang Mas
127 kalori
40.   
Pisang Susu
118 kalori
41.   
Rebung
27 kalori
42.   
Roti Tawar
248 kalori
43.   
Salak
77 kalori
44.   
Selada
17 kalori
45.   
Selai / Jam
239 kalori
46.   
Sosis Daging
452 kalori
47.   
Susu Bubuk
509 kalori
48.   
Susu kental manis
336 kalori
49.   
Tea
132 kalori
50.   
Telur Ayam
162 kalori
51.   
Tepung Maizena
343 kalori
52.   
Tomat Muda
23 kalori
53.   
Ubi
123 kalori
54.   
Udang Kering
295 kalori
55.   
Wortel
42 kalori

No comments:

Post a Comment

Infolinks In Text Ads